Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence)

Definisi Emosi

Salah satu aspek penting untuk bisa hidup bermasyarakat adalah kemampuan untuk mengatur suasana hati/emosi. Emosi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Sedangkan emosi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), emosi adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut di waktu singkat; keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (spt kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan); keberanian yang bersifat subjektif); marah.

imagesbuatmira2

Chaplin (2002, dalam Safaria, 2009) merumuskan emosi sebagai suatu keadaan yang terangsang dari organisme mencakup perubahan-perubahan yang disadari, yang mendalam sifatnya, dan perubahan perilaku. Emosi cenderung terjadi dalam kaitannya dengan perilaku yang mengarah (approach) atau menyingkir (avoidance) terhadap sesuatu. Perilaku tersebut pada umumnya disertai adanya ekspresi tubuh sehingga orang lain dapat mengetahui bahwa seseorang sedang mengalami emosi.

Dapat disimpulkan bahwa emosi adalah perilaku yang merefleksikan atau mengekspresikan suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu.

Macam-macam Emosi

Menurut Decrates, emosi terbagi atas: Desire (hasrat), Hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). Sedangkan JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu: Fear (ketakutan), Rage (kemarahan) dan Love (cinta). Daniel Goleman (2002) mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh yaitu amarah, kesedihan, rasa takut, kenikmatan, cinta, terkejut, jengkel dan malu.

imagesbuatmira

Apa itu Kecerdasan Emosi?

Kecerdasan emosi atau yang disebut juga emotional intelligence adalah kemampuan menempatkan emosi atau suasana hati dengan tepat. Koordinasi suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. Berikut ini adalah beberapa kutipan mengenai definisi kecerdasan emosi.

Goleman (2009:45) :

“Kecerdasan emosi merupakan kemampuan emosi yang meliputi kemampuan untuk mengendalikan diri, memiliki daya tahan ketika menghadapi suatu masalah, mampu mengendalikan impuls, memotivasi diri, mampu mengatur suasana hati, kemampuan berempati dan membina hubungan dengan orang lain”

 

Mayer dan Salovey (Makmun Mubayidh 2006:15) :

“Kecerdasan emosi sebagai suatu kecerdasan sosial yang berkaitan dengan kemampuan individu dalam memantau baik emosi dirinya maupun emosi orang lain, dan juga kemampuannya dalam membedakan emosi dirinya dengan emosi orang lain, dimana kemampuan ini digunakan untuk mengarahkan pola pikir dan perilakunya”

 

Shapiro (2001:5) :

“Kecerdasan emosinal sebagai himpunan suatu fungsi jiwa yang melibatkan kemampuan memantau intensitas perasaan atau emosi, baik pada diri sendiri maupun orang lain”

Maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasaan emosi adalah kemampuan mengenali, merasakan, memahami secara lebih efektif terhadap kepekaan emosi yang mencakup kemampuan memotivasi diri sendiri atau orang lain, pengendalian diri, mampu memahami perasaan orang lain dengan efektif, sehingga adanya kemampuan untuk membina hubungan sosial dengan orang lain.

Komponen Kecerdasan Emosi

Goleman (2002) memperluas kecerdasan emosional menjadi lima kemampuan utama, yaitu:

  • Mengenali emosi diri

Mengelola emosi yaitu kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepas kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang timbul karena kegagalan keterampilan emosi dasar. Kemampuan mengelola emosi meliputi kemampuan penguasaan diri.

  • Memotivasi diri sendiri

Kemampuan ini didasari oleh kemampuan mengendalikan emosi, yaitu menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati. Kemampuan ini meliputi pengendalian dorongan hati, kekuatan berpikir positif dan optimis.

  • Mengenali emosi orang lain (empati)

Kemampuan ini bergantung pada kesadaran diri emosional. Kemampuan ini bagian dimana seseorang peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain. Kemampuan ini merupakan keterampilan dasar dalam bersosial.

  • Membina hubungan (sosial)

Seni dalam membina hubungan dengan orang lain merupakan keterampilan sosial yang mendukung keberhasilan dalam pergaulan orang lain. Keterampilan dalam berkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan, yang dapat diawali dengan mengenal emosi diri.

Dari kelima komponen diatas, dapat disimpulkan bahwa mengenal emosi diri secara tepat dapat membuahkan keberhasilan berkomunikasi, membina hubungan sosial bermasyarakat.

Setelah membaca artikel diatas, kita bisa mulai mengelola kecerdasaan emosi kita untuk mencapai keberhasilan dalam membina hubungan sosial bermasyarakat, yang dapat dimulai dari mengenali emosi diri kita sendiri.

Sumber:

http://eprints.uny.ac.id/8651/3/bab%202%20-%2007104244022.pdf

http://kbbi.web.id/emosi

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39822/4/Chapter%20II.pdf

Iklan